Pendidikan harus berkualitas.
Mutu lulusannya harus terjamin dan diakui.
Pernyataan di atas memang enak dibenak dan didengar tapi, sebenarnya membingungkan.Bila dikatakan berkualitas, kualitas yang bagaimana?. Begitu pula dengan pengertian terjamin dan diakui, terjamin yang bagaimana?, diakui oleh siapa?.Berkualitas memang harus diukur.
Ada parameter-parameter yang harus ditetapkan dan parameter yang ditetapkan inilah yang disebut sebagai standar. Berkualitas itu ada standarnya, dan terjamin itu pastilah ada yang memberikan jaminan atas kualitasnya, jadi jaminan itu diberikan oleh yang membuat dan menetapkan standar. Siapa yang mengakui kualitas pendidikan?, apakah pembuat standar tersebut?. Kalau jawabannya 'ya', maka tidak ada lagi yang perlu dipersoalkan!. Tapi, kalau jawabannya 'bukan', maka bisa timbul masalah. Misalnya, standar kualitas ditetapkan oleh pemerintah, jaminan kualitas pendidikan diberikan oleh pemerintah juga sedangkan pengakuan kualitas dilakukan oleh kelompok pemakai lulusan. Industri pasti mempunyai standar sendiri yang belum tentu sama dengan standar yang sudah ditetapkan pemerintah. Begitu pula dengan perguruan tinggi, merekapun mempunyai standar kualitas pendidikan sendiri. Bagaimana dengan orang tua dan murid itu sendiri?, mereka tentu saja harus mengikuti standar yang ada. Bagi orang tua mungkin ada tambahan parameter seperti misalnya lulusan bisa diterima bekerja atau bisa diterima di perguruan tinggi dengan jurusan yang diinginkannya. Idealnya, standar kualitas pendidikan ditetapkan bersama oleh pemerintah, para guru, perguruan tinggi, orang tua murid dan bila perlu industri pemakai. Dengan cara demikian maka jaminan kualitas dan pengakuan atas kualitas pendidikan bisa diterima semua pihak. Tapi, yang ideal biasanya sulit direalisasikan, lagi pula penyandang dana pendidikan adalah pemerintah, jadi pemerintahlah yang paling berhak membuat standar kualitas.
Saat ini, parameter yang dipakai sebagai standar kualitas pendidikan adalah nilai-nilai mata pelajaran tertentu seperti Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Fisika, Biologi, Kimia, Sejarah, Geografi, ekonomi dan antropologi. Dengan demikian, kelulusannya tergantung dari tingkat kecerdasan siswa, termasuk daya ingat mereka. Faktor yang mempengaruhi tingkat kecerdasan dan daya ingat antara lain adalah genetik dan asupan gizi. Paling tidak ada 40% kontribusi faktor genetik atas kecerdasan dan daya ingat yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Asupan gizi punya peranan besar pula terhadap kualitas pendidikan, di samping faktor kemujuran, kualitas guru, kualitas materi pendidikan, sarana dan prasarana dan faktor kehidupan sosial. Mengingat asupan gizi berperan penting terhadap kualitas pendidikan, maka asupan gizi yang memadai sebaiknya menjadi bagian dari program peningkatan kualitas pendidikan.
Setelah standar kualitas pendidikan ditetapkan maka kini saatnya melakukan perbaikan-perbaikan atas kualitas yang masih di bawah standar. Sema pihak yang berkepentingan seyogyanya aktif terlibat dalam perbaikan kualitas pendidikan tersebut. Di masa mendatang, tuntutan kualitas pendidikan tentunya semakin tinggi, oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan standar kualitas dari yang sudah ada sekarang ini secara berkesinambungan. Standar kualitas memang tidak untuk diperdebatkan tetapi diperjuangkan agar bisa dicapai, demi kualitas manusia yang lebih baik.
Seandainya asupan gizi diperhitungkan dalam peningkatan kualitas pendidikan...
Seandainya penetapan standar kualitas pendidian melibatkan semua pihak yang berkepentingan...
Seandainya peningkatan kualitas dan standarnya ditingkatkan secara berkesinambungan...
Seandainya...
Rabu, 26 Desember 2007
Selasa, 18 Desember 2007
Inflasi dan daya beli
Bagi pemerintah, inflasi bisa berarti sebagai menurunnya nilai mata uang karena adanya kenaikan harga-harga barang dan jasa. Nilai inflasi biasanya dihitung kumulatif setahun. Sedangkan bagi rakyat seperti buruh industri dan buruh tani, istilah inflasi barangkali tidak bermakna sama sekali dan yang dirasakan oleh mereka adalah bahwa pendapatan mereka semakin tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup. Bila pemerintah berusaha menekan laju inflasi (seperti melalui operasi pasar dan subsidi) dengan tujuan mempertahankan daya beli masyarakat, maka hasilnya tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Inflasi adalah hasil akhir dari terjadinya kenaikan harga-harga sedangkan daya beli masyarakat sudah langsung turun terlebih dahulu saat harga-harga mulai naik. Bagi mereka, kenaikan harga barang dan jasa tidak menjadi masalah asalkan pendapatan mereka mampu mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Bagi industri (dan pengusaha), inflasi adalah indikasi untuk menaikkan upah buruh pada awal tahun berikutnya. Kenaikan harga barang dan jasa mereka di pasar akan memberikan tambahan keuntungkan, sedangkan kenaikan harga barang dan jasa dari pemasok hanya akan mengurangi sedikit keuntungannya. Pada industri yang menggunakan harga sebagai alat bersaing, menaikkan harga barang dan jasa yang diproduksi oleh mereka bisa mengurangi pendapatan bila kalah bersaing. Oleh karena itu, untuk mempertahankan daya saingnya, mereka akan melakukan usaha-usaha penghematan. Mereka akan bermanja-manja kepada pemerintah supaya tetap dapat subsidi BBM, supaya harga listrik tidak dinaikkan, menekan kenaikan upah buruh, dan sebagainya. Mereka bisa juga mempengaruhi pemerintah daerah dalam penetapan Upah Minimum. Dengan ikut mengatur Upah Minimum, mereka tanpa sadar bisa ikut menyebabkan daya beli masyarakat turun bila upah yang diterima buruh tidak mencukupi kebutuhan hidup. Beban industri (dan pengusaha) memang berat karena sebelum mereka bisa menikmati keuntungan, mereka harus membayar kewajibannya berupa bunga kepada bank yang memberikan pinjaman modal. Mereka juga harus membayar pajak yang besarnya bisa mencapai 35%. Dalam hal ini pemerintah barangkali masih diuntungkan meskipun harus memberi subsidi 10 - 20% atau bila bank yang memberi pinjaman modal adalah bank milik pemerintah.
Menaikkan daya beli masyarakat lebih penting dibandingkan menekan laju inflasi. Menekan laju inflasi melalui operasi pasar dan subsidi sering kali tidak efisien bila tidak boleh dikatakan pemborosan sedangkan menaikkan daya beli masyarakat bisa mendorong pertumbuhan konsumsi yang pada akhirnya menyerap tambahan investasi. Membahagiakan masyarakat dengan menaikkan pendapatannya (sehingga menaikkan daya belinya) akan dirasakan bertahun-tahun oleh para buruh dibandingkan rasa sakit yang cuma sekali dirasakan oleh industri (dan pengusaha) akibat kenaikan upah yang bisa menaikkan daya belinya. Industri (dan pengusaha) perlu didorong secara serius agar ikut meningkatkan kemakmuran rakyat. Industri yang berinovasi tidak akan merasakan kenaikan upah sebagai beban sehingga akan semakin berkembang dan yang hanya bersaing dalam harga murah hanya akan menyusahkan buruh.
Seandainya daya beli masyarakat ditingkatkan sehingga mempercepat kemakmuran rakyat...
Seandainya industri selalu berinovasi...
Seandainya...
Bagi industri (dan pengusaha), inflasi adalah indikasi untuk menaikkan upah buruh pada awal tahun berikutnya. Kenaikan harga barang dan jasa mereka di pasar akan memberikan tambahan keuntungkan, sedangkan kenaikan harga barang dan jasa dari pemasok hanya akan mengurangi sedikit keuntungannya. Pada industri yang menggunakan harga sebagai alat bersaing, menaikkan harga barang dan jasa yang diproduksi oleh mereka bisa mengurangi pendapatan bila kalah bersaing. Oleh karena itu, untuk mempertahankan daya saingnya, mereka akan melakukan usaha-usaha penghematan. Mereka akan bermanja-manja kepada pemerintah supaya tetap dapat subsidi BBM, supaya harga listrik tidak dinaikkan, menekan kenaikan upah buruh, dan sebagainya. Mereka bisa juga mempengaruhi pemerintah daerah dalam penetapan Upah Minimum. Dengan ikut mengatur Upah Minimum, mereka tanpa sadar bisa ikut menyebabkan daya beli masyarakat turun bila upah yang diterima buruh tidak mencukupi kebutuhan hidup. Beban industri (dan pengusaha) memang berat karena sebelum mereka bisa menikmati keuntungan, mereka harus membayar kewajibannya berupa bunga kepada bank yang memberikan pinjaman modal. Mereka juga harus membayar pajak yang besarnya bisa mencapai 35%. Dalam hal ini pemerintah barangkali masih diuntungkan meskipun harus memberi subsidi 10 - 20% atau bila bank yang memberi pinjaman modal adalah bank milik pemerintah.
Menaikkan daya beli masyarakat lebih penting dibandingkan menekan laju inflasi. Menekan laju inflasi melalui operasi pasar dan subsidi sering kali tidak efisien bila tidak boleh dikatakan pemborosan sedangkan menaikkan daya beli masyarakat bisa mendorong pertumbuhan konsumsi yang pada akhirnya menyerap tambahan investasi. Membahagiakan masyarakat dengan menaikkan pendapatannya (sehingga menaikkan daya belinya) akan dirasakan bertahun-tahun oleh para buruh dibandingkan rasa sakit yang cuma sekali dirasakan oleh industri (dan pengusaha) akibat kenaikan upah yang bisa menaikkan daya belinya. Industri (dan pengusaha) perlu didorong secara serius agar ikut meningkatkan kemakmuran rakyat. Industri yang berinovasi tidak akan merasakan kenaikan upah sebagai beban sehingga akan semakin berkembang dan yang hanya bersaing dalam harga murah hanya akan menyusahkan buruh.
Seandainya daya beli masyarakat ditingkatkan sehingga mempercepat kemakmuran rakyat...
Seandainya industri selalu berinovasi...
Seandainya...
Senin, 10 Desember 2007
Solusi sederhana pengurangan karbon di udara (?) - Postulat
Secara teoritis, pada kondisi panas dan tekanan tertentu, karbon dioksida bisa terjadi reaksi kimia dengan amonia dan akan menghasilkan urea. Reaksi di atas berlangsung dua tahap di mana tahap 1 menghasilkan panas dan tahap 2 menyerap panas. Urea yang mudah larut dalam air akan menyerap panas.
Di alam yang terbuka, apabila uap amonia bisa berdekatan dengan gas karbon dioksida di udara jauh dari permukaan bumi, mereka bisa bersatu, bereaksi secara kimiawi dengan bantuan halilintar atau petir di daerah awan di atas sana dan bisa menghasilkan urea yang larut dalam air dan turun ke bumi dalam bentuk hujan. Pengiriman amonia ke daerah yang banyak mengandung karbon dioksida bisa mengurangi kadar karbon dioksida di udara dan menurunkan suhu udara. Urea yang terbentuk dan jatuh ke bumi akan menyuburkan tanah di sekitarnya karena urea adalah pupuk bagi tanaman. Dengan demikian, amonia diperkirakan bisa menurunkan kadar karbon dioksida di udara sekaligus menyuburkan tanah di bumi.
Dengan teori yang sama, kita bisa bangun banyak pabrik pupuk di daerah produsen energi seperti produsen listrik, keramik, logam dan pabrik-pabrik lainnya yang menggunakan bahan bakar batubara atau bahan bakar minyak sebagai sumber energinya. Sedangkan dari sisi ekonomisnya masih harus dihitung lagi. Dengan cara ini kita akan bisa ekspor pupuk urea dalam jumlah besar.
Secara teoritis, gangguan ekosistem akibat dari kelebihan karbon dioksida di udara, akan menyebabkan bumi berusaha mencapai keseimbangan ekosistem yang baru dengan memproduksi amonia. Sumber amonia di bumi adalah protein manusia dan binatang. Pembusukan protein manusia dan binatang akan menghasilkan amonia alami. Bumi menimbulkan bencana alam melalui gempa bumi, udara panas, badai, banjir, dan berbagai penyakit agar banyak manusia dan binatang mati, mengalami pembusukan dan akhirnya menghasilkan amonia. Amonia inilah yang akan bereaksi dengan karbon dioksida di udara menghasilkan urea sehingga suhu udara bumi turun, karbon dioksida berkurang, pemanasan global berkurang, jumlah populasi manusia dan binatang berkurang dan tanah menjadi lebih subur. Suatu keseimbangan ekosistem terbentuk kembali dengan sendirinya.
Seandainya postulat di atas benar...
Seandainya bisa direalisasikan...
Seandainya...
Di alam yang terbuka, apabila uap amonia bisa berdekatan dengan gas karbon dioksida di udara jauh dari permukaan bumi, mereka bisa bersatu, bereaksi secara kimiawi dengan bantuan halilintar atau petir di daerah awan di atas sana dan bisa menghasilkan urea yang larut dalam air dan turun ke bumi dalam bentuk hujan. Pengiriman amonia ke daerah yang banyak mengandung karbon dioksida bisa mengurangi kadar karbon dioksida di udara dan menurunkan suhu udara. Urea yang terbentuk dan jatuh ke bumi akan menyuburkan tanah di sekitarnya karena urea adalah pupuk bagi tanaman. Dengan demikian, amonia diperkirakan bisa menurunkan kadar karbon dioksida di udara sekaligus menyuburkan tanah di bumi.
Dengan teori yang sama, kita bisa bangun banyak pabrik pupuk di daerah produsen energi seperti produsen listrik, keramik, logam dan pabrik-pabrik lainnya yang menggunakan bahan bakar batubara atau bahan bakar minyak sebagai sumber energinya. Sedangkan dari sisi ekonomisnya masih harus dihitung lagi. Dengan cara ini kita akan bisa ekspor pupuk urea dalam jumlah besar.
Secara teoritis, gangguan ekosistem akibat dari kelebihan karbon dioksida di udara, akan menyebabkan bumi berusaha mencapai keseimbangan ekosistem yang baru dengan memproduksi amonia. Sumber amonia di bumi adalah protein manusia dan binatang. Pembusukan protein manusia dan binatang akan menghasilkan amonia alami. Bumi menimbulkan bencana alam melalui gempa bumi, udara panas, badai, banjir, dan berbagai penyakit agar banyak manusia dan binatang mati, mengalami pembusukan dan akhirnya menghasilkan amonia. Amonia inilah yang akan bereaksi dengan karbon dioksida di udara menghasilkan urea sehingga suhu udara bumi turun, karbon dioksida berkurang, pemanasan global berkurang, jumlah populasi manusia dan binatang berkurang dan tanah menjadi lebih subur. Suatu keseimbangan ekosistem terbentuk kembali dengan sendirinya.
Seandainya postulat di atas benar...
Seandainya bisa direalisasikan...
Seandainya...
Selasa, 04 Desember 2007
Pemanasan global dan keseimbangan ekosistem
Manusia moderen, yang umumnya tinggal di kota-kota menyadari
bahwa hidup hanya sekali dan harus dinikmati. Kenikmatan duniawi ini ternyata membutuhkan energi yang tidak sedikit. Beruntunglah manusia, karena anugerah kepandaiannya membuat mereka bisa menemukan dan mengolah sumber energi sesuai dengan kebutuhannya. Semakin banyak manusia yang ingin menikmati hidup dan semakin banyak kebutuhan kenikmatan manusia, akan semakin banyak pula energi yang dikonsumsinya.
Syukurlah bahwa alam menyediakan sumber energi ini dalam jumlah yang cukup, sehingga sampai hari ini, manusia belum mengalami malapetaka karena menikmati hidup tersebut. Pertumbuhan ekonomi dunia sudah pasti akan mendorong konsumsi energi yang lebih besar lagi.
Manusia sudah menyadari bahwa ada energi yang tidak terbarukan dan ada pula yang bisa diperbaharui. Tapi karena sifat manusia yang ekonomis, maka mereka memilih energi yang lebih murah untuk kenikmatan hidupnya. Kondisi saat ini, minyak bumi masih menjadi pilihan pertama. Kepandaian mereka akan membuat mereka selalu mencari pilihan sumber energi yang paling ekonomis dan bisa terbarukan sehingga mereka
akan senantiasa tidak berkekurangan dalam penyediaan energi.
Manusia pada akhirnya menyadari bahwa mengolah sumber energi memberikan efek samping yang kurang bersahabat bagi lingkungan hidup manusia itu sendiri. Menurut penelitian mereka, pemanasan global adalah salah satu efek samping tersebut. Diyakini oleh mereka bahwa konsumsi energi berbahan karbon telah meningkatkan kandungan karbon dioksida
di muka bumi yang kemudian meningkatkan suhu bumi dan solusinya sangat sederhana yaitu dengan menanam pohon dalam jumlah yang banyak untuk menyerap karbon dioksida dari udara. Solusi ini nampaknya terlalu mudah dan belum terbukti efektivitasnya. Manusia sebaiknya mencari tahu lebih banyak hal-hal lain yang menyebabkan suhu bumi naik disamping karena bertambahnya karbon dioksida bumi. Bagaimana dengan efek samping penambangan minyak dan bahan mineral lainnya yang telah melubangi bagian dalam bumi?, atau bagaimana kalau bumi mendekati matahari?, atau barangkali permukaan bumi bertambah panas karena aktivitas di bagian dalam bumi?.
Sebagaimana diyakini manusia bahwa ekonomi akan selalu mencari keseimbangan, begitu pula dengan bumi dan alamnya yang akan selalu mencari keseimbangan, sebuah keseimbangan yang dinamis. Barangkali keseimbangan yang dinamis inilah yang harus dipelajari manusia agar kelangsungan hidupnya bisa lebih terjamin. Apakah pemanasan global merupakan reaksi alam dalam menyeimbangkan ekosistemnya ataukah awal dari ketidak-seimbangan ekosistem? Kejadian-kejadian alam yang dianggap sebagai musibah bagi manusia seperti banjir di beberapa benua, badai topan, dan gempa bumi perlu dicermati pula kaitannya dengan keseimbangan ekosistem. Apabila sistem planet ini berada dalam keseimbangan yang dinamis, boleh jadi bahwa bumi tidak selalu dalam lingkungan yang sama. Bisa jadi bahwa bumi dan planet lainnya beserta matahari terus bergerak mengembara di alam semesta ini dan hal ini
pula yang mempengaruhi perubahan-perubahan di muka bumi ini.
Dengan model pemikiran yang logis, maka bisa diyakini bahwa pemanasan global adalah awal dari ketidak-seimbangan ekosistem alam. Logikanya adalah bahwa kenaikan suhu bumi telah mencairkan es di kutub utara sehingga permukaan air laut naik dan hujan yang ditimbulkan oleh bertambahnya air ini menyebabkan banjir di bumi bagian Utara seperti benua Amerika, Eropa, Afrika dan Asia. Australia menjadi benua yang paling aman karena berada di bagian Selatan bumi. Apabila kondisi pemanasan global ini berlanjut maka bisa ada skenario bahwa manusia yang hidup di bagian Utara bumi akan bermigrasi ke Selatan dengan cara apapun untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan keturunannya. Manusia yang hidup di daerah sub tropis dan tropis akan
berjuang membendung migrasi ini karena tingkat kepadatan penduduknya yang sudah tinggi, sembari bertahan hidup dari panasnya bumi, kekeringan dan kemiskinan, penyakit-penyakit baru akan tercipta sampai keseimbangan ekosistem yang baru terbentuk kembali termasuk melalui seleksi alam, kondisi ini bisa juga menjadi sebuah awal datangnya kiamat.
Pemanasan global bisa jadi merupakan cara bumi membuat keseimbangan ekosistem yang dinamis. Suatu hal yang wajar bila konsumsi energi bertambah dan produksi karbon dioksida meningkat karena jumlah penduduk dunia bertambah setiap tahun. Meningkatnya jumlah penduduk akan meningkatkan kebutuhan air baik untuk diri manusia itu sendiri, dan lingkungan di sekitarnya termasuk tanaman yang menjadikan air sebagai kebutuhan utamanya. Kebutuhan air yang meningkat ini dipasok oleh es yang ada di kutub Utara yang dicairkan oleh panas di muka bumi. Logikanya, tanpa konsumsi minyak bumipun, pemanasan global akan terjadi karena bertambahnya jumlah penduduk dunia dan konsumsi energi minyak bumi dan pengurangan luas hutan, mungkin sedikit mempercepatnya. Bumi memang sudah tidak mungkin seperti dulu lagi karena takdir manusia adalah berkembang biak dan memenuhi muka
bumi.
Pemanasan global memang sudah terjadi dan tidak akan bisa dicegah ataupun ditanggulangi, nampaknya kita juga sudah sepakat bahwa pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya jumlah karbon dioksida di permukaan bumi dan program pengurangan emisi tidak akan mampu menahan penambahan jumlah karbon dioksida di muka bumi selama energi diproduksi dengan bahan karbon, sehingga yang penting bagi kita sekarang ini adalah bagaimana kita bisa bertahan hidup dengan adanya
pemanasan global dan tetap konsisten dengan cita-cita bangsa yaitu untuk mensejahterakan rakyat. Artinya, segala upaya yang dilakukan untuk kepentingan negara lain tidak ada yang gratis lagi, apalagi untuk kenikmatan hidup negara lain yang lebih kaya. Setiap jasa yang kita berikan harus ada imbalannya yang nantinya akan dipakai untuk mensejahterakan rakyat. Kita harus komersial!.
Seandainya kita tetap konsisten dan selalu ingat dengan cita-cita membuat sejahtera rakyat...
Seandainya kita selalu menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama pembangunan...
Seandainya...
bahwa hidup hanya sekali dan harus dinikmati. Kenikmatan duniawi ini ternyata membutuhkan energi yang tidak sedikit. Beruntunglah manusia, karena anugerah kepandaiannya membuat mereka bisa menemukan dan mengolah sumber energi sesuai dengan kebutuhannya. Semakin banyak manusia yang ingin menikmati hidup dan semakin banyak kebutuhan kenikmatan manusia, akan semakin banyak pula energi yang dikonsumsinya.
Syukurlah bahwa alam menyediakan sumber energi ini dalam jumlah yang cukup, sehingga sampai hari ini, manusia belum mengalami malapetaka karena menikmati hidup tersebut. Pertumbuhan ekonomi dunia sudah pasti akan mendorong konsumsi energi yang lebih besar lagi.
Manusia sudah menyadari bahwa ada energi yang tidak terbarukan dan ada pula yang bisa diperbaharui. Tapi karena sifat manusia yang ekonomis, maka mereka memilih energi yang lebih murah untuk kenikmatan hidupnya. Kondisi saat ini, minyak bumi masih menjadi pilihan pertama. Kepandaian mereka akan membuat mereka selalu mencari pilihan sumber energi yang paling ekonomis dan bisa terbarukan sehingga mereka
akan senantiasa tidak berkekurangan dalam penyediaan energi.
Manusia pada akhirnya menyadari bahwa mengolah sumber energi memberikan efek samping yang kurang bersahabat bagi lingkungan hidup manusia itu sendiri. Menurut penelitian mereka, pemanasan global adalah salah satu efek samping tersebut. Diyakini oleh mereka bahwa konsumsi energi berbahan karbon telah meningkatkan kandungan karbon dioksida
di muka bumi yang kemudian meningkatkan suhu bumi dan solusinya sangat sederhana yaitu dengan menanam pohon dalam jumlah yang banyak untuk menyerap karbon dioksida dari udara. Solusi ini nampaknya terlalu mudah dan belum terbukti efektivitasnya. Manusia sebaiknya mencari tahu lebih banyak hal-hal lain yang menyebabkan suhu bumi naik disamping karena bertambahnya karbon dioksida bumi. Bagaimana dengan efek samping penambangan minyak dan bahan mineral lainnya yang telah melubangi bagian dalam bumi?, atau bagaimana kalau bumi mendekati matahari?, atau barangkali permukaan bumi bertambah panas karena aktivitas di bagian dalam bumi?.
Sebagaimana diyakini manusia bahwa ekonomi akan selalu mencari keseimbangan, begitu pula dengan bumi dan alamnya yang akan selalu mencari keseimbangan, sebuah keseimbangan yang dinamis. Barangkali keseimbangan yang dinamis inilah yang harus dipelajari manusia agar kelangsungan hidupnya bisa lebih terjamin. Apakah pemanasan global merupakan reaksi alam dalam menyeimbangkan ekosistemnya ataukah awal dari ketidak-seimbangan ekosistem? Kejadian-kejadian alam yang dianggap sebagai musibah bagi manusia seperti banjir di beberapa benua, badai topan, dan gempa bumi perlu dicermati pula kaitannya dengan keseimbangan ekosistem. Apabila sistem planet ini berada dalam keseimbangan yang dinamis, boleh jadi bahwa bumi tidak selalu dalam lingkungan yang sama. Bisa jadi bahwa bumi dan planet lainnya beserta matahari terus bergerak mengembara di alam semesta ini dan hal ini
pula yang mempengaruhi perubahan-perubahan di muka bumi ini.
Dengan model pemikiran yang logis, maka bisa diyakini bahwa pemanasan global adalah awal dari ketidak-seimbangan ekosistem alam. Logikanya adalah bahwa kenaikan suhu bumi telah mencairkan es di kutub utara sehingga permukaan air laut naik dan hujan yang ditimbulkan oleh bertambahnya air ini menyebabkan banjir di bumi bagian Utara seperti benua Amerika, Eropa, Afrika dan Asia. Australia menjadi benua yang paling aman karena berada di bagian Selatan bumi. Apabila kondisi pemanasan global ini berlanjut maka bisa ada skenario bahwa manusia yang hidup di bagian Utara bumi akan bermigrasi ke Selatan dengan cara apapun untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan keturunannya. Manusia yang hidup di daerah sub tropis dan tropis akan
berjuang membendung migrasi ini karena tingkat kepadatan penduduknya yang sudah tinggi, sembari bertahan hidup dari panasnya bumi, kekeringan dan kemiskinan, penyakit-penyakit baru akan tercipta sampai keseimbangan ekosistem yang baru terbentuk kembali termasuk melalui seleksi alam, kondisi ini bisa juga menjadi sebuah awal datangnya kiamat.
Pemanasan global bisa jadi merupakan cara bumi membuat keseimbangan ekosistem yang dinamis. Suatu hal yang wajar bila konsumsi energi bertambah dan produksi karbon dioksida meningkat karena jumlah penduduk dunia bertambah setiap tahun. Meningkatnya jumlah penduduk akan meningkatkan kebutuhan air baik untuk diri manusia itu sendiri, dan lingkungan di sekitarnya termasuk tanaman yang menjadikan air sebagai kebutuhan utamanya. Kebutuhan air yang meningkat ini dipasok oleh es yang ada di kutub Utara yang dicairkan oleh panas di muka bumi. Logikanya, tanpa konsumsi minyak bumipun, pemanasan global akan terjadi karena bertambahnya jumlah penduduk dunia dan konsumsi energi minyak bumi dan pengurangan luas hutan, mungkin sedikit mempercepatnya. Bumi memang sudah tidak mungkin seperti dulu lagi karena takdir manusia adalah berkembang biak dan memenuhi muka
bumi.
Pemanasan global memang sudah terjadi dan tidak akan bisa dicegah ataupun ditanggulangi, nampaknya kita juga sudah sepakat bahwa pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya jumlah karbon dioksida di permukaan bumi dan program pengurangan emisi tidak akan mampu menahan penambahan jumlah karbon dioksida di muka bumi selama energi diproduksi dengan bahan karbon, sehingga yang penting bagi kita sekarang ini adalah bagaimana kita bisa bertahan hidup dengan adanya
pemanasan global dan tetap konsisten dengan cita-cita bangsa yaitu untuk mensejahterakan rakyat. Artinya, segala upaya yang dilakukan untuk kepentingan negara lain tidak ada yang gratis lagi, apalagi untuk kenikmatan hidup negara lain yang lebih kaya. Setiap jasa yang kita berikan harus ada imbalannya yang nantinya akan dipakai untuk mensejahterakan rakyat. Kita harus komersial!.
Seandainya kita tetap konsisten dan selalu ingat dengan cita-cita membuat sejahtera rakyat...
Seandainya kita selalu menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama pembangunan...
Seandainya...
Senin, 26 November 2007
Persaingan dan daya saing
Sejak dua puluh lima tahun yang lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia begitu spektakuler hingga mendapat julukan sebagai macan Asia. Meskipun sebagai 'tukang jahit' ekspor Indonesia tumbuh pesat karena mempunyai keunggulan bersaing dengan harga murah dan biaya yang rendah. Upah saat itu dianggap rendah dibanding negara lain, investor banyak berdatangan, stabilitas politik terjaga dengan baik. Tapi, setelah terjadinya krisis moneter pada tahun 1997, keunggulan bersaing itu nampaknya sudah tidak ada lagi. Dikatakan bahwa daya saing Indonesia sudah tergerus, turun peringkatnya. Pengertian turun peringkat ini nampaknya bersifat relatif. Barangkali daya saingnya tidak benar-benar turun tapi negara lain yang daya saingnya meningkat lebih pesat dari Indonesia. China dengan strategi harga murah dan biaya rendah akhirnya memenangkan persaingan dagang. Kondisi ini berlangsung hingga saat ini.
Apakah kita akan ngotot tetap menggunakan strategi biaya rendah padahal sudah nyata bahwa strategi ini tidak akan memenangkan persaingan?. Strategi harga murah umumnya memberikan nilai tambah yang relatif kecil. Strategi ini banyak menyebabkan tertekannya nilai upah yang diterima buruh. Sudah saatnya kita merubah strategi bersaing!
Beberapa kali produk kita ditolak oleh importir karena kualitasnya tidak sesuai dengan harapan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kualitas masih kurang baik. Nampaknya kualitas harus menjadi perhatian utama agar bisa senantiasa sesuai dengan permintaan pembeli. Kualitas yang tinggi barangkali akan menaikkan biaya, tapi tidak selalu demikian bila kita melakukan inovasi termasuk dalam meningkatkan kualitas. Inovasi sangat dibutuhkan untuk menaikkan nilai tambah, yang selanjutnya bisa menaikkan rasio penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto.
Menaikkan nilai tambah membutuhkan inovasi sedangkan inovasi perlu kreativitas. Ada kalanya, menaikkan nilai tambah tidak butuh inovasi. Konversi tanah pertanian menjadi perumahan atau kawasan industri adalah salah satu contohnya, tapi ini adalah ide yang kreatif. Konversi ini telah memberikan nilai tambah yang besar. Berkurangnya area pertanian karena konversi ini tidak perlu disesali bila hasil pertanian dari tanah tersebut memberikan nilai tambah yang kecil dibandingkan dengan bila menjadi perumahan atau kawasan industri. Dengan berkurangnya lahan pertanian, tidak perlu membuat petani kecewa. Bila kita sudah meninggalkan strategi harga murah maka petani sebaiknya menanam padi yang berkualitas tinggi seperti Rojolele, dengan demikian petani mendapatkan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan hanya menanam padi jenis reguler. Swasembada beras tidak penting lagi karena beras impor lebih murah dari beras lokal sedangkan berkurangnya devisa karena impor beras bisa ditutup dengan cadangan devisa dan mengekspor beras berkualitas tinggi. Petani tidak perlu lagi menuntut kenaikan harga gabah dan pemerintah bisa berhemat dalam subsidi. Ada penelitian yang sudah dirangkum dalam sebuah buku, yang melaporkan bahwa strategi kualitas dan inovasi tidak selalu berarti kenaikan harga produk. Naiknya kualitas melalui inovasi penciptaan nilai bisa pula justru bisa menurunkan harga.
Posisi geografi kita adalah peluang untuk terciptanya keunggulan bersaing, tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan adanya peluang ini menjadi unggul dalam bersaing dengan negara lain. Produk-produk pertanian adalah salah satunya. Sudah terbukti bahwa penanaman kelapa sawit menjadikan Indonesia menjadi juara sebagai pemasok CPO. Tanaman perkebunan seperti karet, kopi, tembakau, rempah-rempah dan tanaman obat bisa merajai pasar dunia bila kita inovatif dan meningkatkan kualitasnya.
Penetapan Strategi berorientasi pada kualitas dan inovasi bisa menaikkan nilai tambah yang pada akhirnya akan menaikkan pendapatan negara. Strategi ini butuh kreativitas dari semua pihak.
Seandainya nilai tambah yang tinggi menjadi perhatian semua pihak...
Seandainya inovasi dan kreativitas dibudayakan...
Seandainya...
Apakah kita akan ngotot tetap menggunakan strategi biaya rendah padahal sudah nyata bahwa strategi ini tidak akan memenangkan persaingan?. Strategi harga murah umumnya memberikan nilai tambah yang relatif kecil. Strategi ini banyak menyebabkan tertekannya nilai upah yang diterima buruh. Sudah saatnya kita merubah strategi bersaing!
Beberapa kali produk kita ditolak oleh importir karena kualitasnya tidak sesuai dengan harapan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kualitas masih kurang baik. Nampaknya kualitas harus menjadi perhatian utama agar bisa senantiasa sesuai dengan permintaan pembeli. Kualitas yang tinggi barangkali akan menaikkan biaya, tapi tidak selalu demikian bila kita melakukan inovasi termasuk dalam meningkatkan kualitas. Inovasi sangat dibutuhkan untuk menaikkan nilai tambah, yang selanjutnya bisa menaikkan rasio penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto.
Menaikkan nilai tambah membutuhkan inovasi sedangkan inovasi perlu kreativitas. Ada kalanya, menaikkan nilai tambah tidak butuh inovasi. Konversi tanah pertanian menjadi perumahan atau kawasan industri adalah salah satu contohnya, tapi ini adalah ide yang kreatif. Konversi ini telah memberikan nilai tambah yang besar. Berkurangnya area pertanian karena konversi ini tidak perlu disesali bila hasil pertanian dari tanah tersebut memberikan nilai tambah yang kecil dibandingkan dengan bila menjadi perumahan atau kawasan industri. Dengan berkurangnya lahan pertanian, tidak perlu membuat petani kecewa. Bila kita sudah meninggalkan strategi harga murah maka petani sebaiknya menanam padi yang berkualitas tinggi seperti Rojolele, dengan demikian petani mendapatkan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan hanya menanam padi jenis reguler. Swasembada beras tidak penting lagi karena beras impor lebih murah dari beras lokal sedangkan berkurangnya devisa karena impor beras bisa ditutup dengan cadangan devisa dan mengekspor beras berkualitas tinggi. Petani tidak perlu lagi menuntut kenaikan harga gabah dan pemerintah bisa berhemat dalam subsidi. Ada penelitian yang sudah dirangkum dalam sebuah buku, yang melaporkan bahwa strategi kualitas dan inovasi tidak selalu berarti kenaikan harga produk. Naiknya kualitas melalui inovasi penciptaan nilai bisa pula justru bisa menurunkan harga.
Posisi geografi kita adalah peluang untuk terciptanya keunggulan bersaing, tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan adanya peluang ini menjadi unggul dalam bersaing dengan negara lain. Produk-produk pertanian adalah salah satunya. Sudah terbukti bahwa penanaman kelapa sawit menjadikan Indonesia menjadi juara sebagai pemasok CPO. Tanaman perkebunan seperti karet, kopi, tembakau, rempah-rempah dan tanaman obat bisa merajai pasar dunia bila kita inovatif dan meningkatkan kualitasnya.
Penetapan Strategi berorientasi pada kualitas dan inovasi bisa menaikkan nilai tambah yang pada akhirnya akan menaikkan pendapatan negara. Strategi ini butuh kreativitas dari semua pihak.
Seandainya nilai tambah yang tinggi menjadi perhatian semua pihak...
Seandainya inovasi dan kreativitas dibudayakan...
Seandainya...
Selasa, 20 November 2007
Lapangan Kerja dan Daya Saing
Pemerintah bisa membuka lapangan kerja dengan cara menerima anggota masyarakat menjadi pegawai negeri, tapi tentu saja jumlah pegawai yang bisa diterima akan terbatas tergantung kemampuan memberikan gaji pegawai dan kebutuhan tenaga kerja. Apabila tiap kelurahan dan desa menambah satu pegawai tiap tahunnya maka bisa dihitung berapa banyak pemerintah bisa mengurangi pengangguran, belum lagi bila tiap kecamatan, tiap kabupaten, tiap kota madya dan kota administratif, tiap propinsi, tiap departemen, perguruan tinggi dan lembaga-lembaga negara lainnya menambah pegawai negeri, maka semuanya ini akan membantu mengurangi pengangguran. Cara ini adalah cara paling efektif untuk mengurangi pengangguran.
Usaha mikro, kecil dan menengah pada umumnya merupakan industri padat karya sehingga dukungan pemerintah terhadap kelompok usaha ini baik berupa pinjaman modal, insentif pajak maupun pembinaan manajemen dan fasilitas lainnya yang memudahkan mereka dalam berusaha akan banyak membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja. Pemerintah perlu menghapus peraturan yang justru menghambat perkembangan usaha kelompok ini, termasuk dalam aturan pajak. Jangan memburu pajak pada mereka, tapi burulah pajak pada perusahaan besar dan multinasional yang dinilai masih kurang dalam membayar pajak. Cara di atas adalah cara kedua yang mampu mengurangi pengangguran meskipun keberhasilannya masih tergantung pada usaha mereka dalam berbisnis dan persaingan usahanya.
Perusahaan skala besar baik nasional dan internasional, mengingat besarnya nilai investasi diharapkan akan mendorong terciptanya tenaga kerja walaupun pada kenyataannya tidak selalu demikian. Industri manufaktur, pertanian, properti dan pertambangan barangkali bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dibandingkan industri keuangan, oleh karena itu industri ini patut didorong investasinya. Usaha pemerintah dalam mendorong investasi nampaknya sudah maksimal meskipun realisasi pertumbuhan investasi belum sesuai dengan yang diharapkan. Dalam hal ini, bisa dimaklumi karena mereka mempertimbangkan banyak faktor khususnya tingkat keuntungan dan jangka waktu pengembalian modal, persaingan antar negara dalam memberikan kemudahan berinvestasi, kemudahan administrasi dan kepastian hukum, regulasi perpajakan dan biaya pungutan. Oleh karena itu, investasi cara ketiga ini tidak bisa menjadi prioritas utama dalam menyediaan lapangan kerja.
Nampaknya beban tanggung jawab pemerintah dalam penyediaan lapangan kerja menjadi sangat berat bila dilihat dari ketiga hal di atas, belum lagi adanya tuntutan-tuntutan dari anggota masyarakat dalam hal upah minimum. Namun demikian, masih ada satu hal yang mungkin terlupakan bahwa keberhasilan dalam membuka lapangan kerja tergantung dari daya saing industri dan negara. Apabila kita menang dalam persaingan usaha baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional maka secara otomatis lapangan kerja akan tersedia dalam jumlah besar. kenyataan saat ini menunjukkan bahwa daya saing kita justru cenderung menurun dan salah satu faktor penyebabnya adalah karena kita bersaing di harga rendah dan bukan bersaing di kualitas dan inovasi teknologi.
Seandainya kita merubah strategi bersaing dari strategi harga rendah dan biaya murah menjadi unggul di kualitas dan inovasi teknologi...
Seandainya pelaku industri menyadari kelebihan strategi di atas...
Seandainya...
Usaha mikro, kecil dan menengah pada umumnya merupakan industri padat karya sehingga dukungan pemerintah terhadap kelompok usaha ini baik berupa pinjaman modal, insentif pajak maupun pembinaan manajemen dan fasilitas lainnya yang memudahkan mereka dalam berusaha akan banyak membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja. Pemerintah perlu menghapus peraturan yang justru menghambat perkembangan usaha kelompok ini, termasuk dalam aturan pajak. Jangan memburu pajak pada mereka, tapi burulah pajak pada perusahaan besar dan multinasional yang dinilai masih kurang dalam membayar pajak. Cara di atas adalah cara kedua yang mampu mengurangi pengangguran meskipun keberhasilannya masih tergantung pada usaha mereka dalam berbisnis dan persaingan usahanya.
Perusahaan skala besar baik nasional dan internasional, mengingat besarnya nilai investasi diharapkan akan mendorong terciptanya tenaga kerja walaupun pada kenyataannya tidak selalu demikian. Industri manufaktur, pertanian, properti dan pertambangan barangkali bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dibandingkan industri keuangan, oleh karena itu industri ini patut didorong investasinya. Usaha pemerintah dalam mendorong investasi nampaknya sudah maksimal meskipun realisasi pertumbuhan investasi belum sesuai dengan yang diharapkan. Dalam hal ini, bisa dimaklumi karena mereka mempertimbangkan banyak faktor khususnya tingkat keuntungan dan jangka waktu pengembalian modal, persaingan antar negara dalam memberikan kemudahan berinvestasi, kemudahan administrasi dan kepastian hukum, regulasi perpajakan dan biaya pungutan. Oleh karena itu, investasi cara ketiga ini tidak bisa menjadi prioritas utama dalam menyediaan lapangan kerja.
Nampaknya beban tanggung jawab pemerintah dalam penyediaan lapangan kerja menjadi sangat berat bila dilihat dari ketiga hal di atas, belum lagi adanya tuntutan-tuntutan dari anggota masyarakat dalam hal upah minimum. Namun demikian, masih ada satu hal yang mungkin terlupakan bahwa keberhasilan dalam membuka lapangan kerja tergantung dari daya saing industri dan negara. Apabila kita menang dalam persaingan usaha baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional maka secara otomatis lapangan kerja akan tersedia dalam jumlah besar. kenyataan saat ini menunjukkan bahwa daya saing kita justru cenderung menurun dan salah satu faktor penyebabnya adalah karena kita bersaing di harga rendah dan bukan bersaing di kualitas dan inovasi teknologi.
Seandainya kita merubah strategi bersaing dari strategi harga rendah dan biaya murah menjadi unggul di kualitas dan inovasi teknologi...
Seandainya pelaku industri menyadari kelebihan strategi di atas...
Seandainya...
Jumat, 16 November 2007
Lapangan kerja dan Pertumbuhan Ekonomi
Kesejahteraan biasanya diukur dari faktor ekonominya. Rakyat dianggap sejahtera bila secara ekonomi terpenuhi kebutuhannya. Di jaman modern ini, ekonomi diasosiasikan dengan uang. Ekonomi dianggap baik bila punya uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan uang hanya bisa diperoleh bila menjual sumber daya alam, hasil karya kreatif atau bekerja untuk orang lain.
Sumber daya alam bisa dijual untuk mendapatkan uang dan selanjutnya bisa dipakai untuk kesejahteraannya. Tapi, saat ini sumber daya alam umumnya dikuasai oleh negara dan pengolahannya diserahkan kepada perusahaan swasta baik nasional maupun internasional sehingga rakyat hanya bisa mendapatkan uang bila menjual jasa tenaganya alias bekerja. Hasil karya kreatif pada akhirnya bisa dihasilkan bila mempunyai modal kerja yang memadai, dan tanpa itu, mereka akhirnya harus menjual jasa tenaga ketrampilannya alias bekerja. Pada akhirnya, rakyat memang harus bekerja untuk mendapatkan uang demi kesejahteraan ekonominya.
Penghasilan yang diperoleh dari bekerja tidak selalu mencukupi semua kebutuhannya meskipun sudah ada aturan upah minimum. Pada kondisi ini maka mereka dianggap sebagai rakyat miskin. Sedangkan kondisi lain menunjukkan bahwa jumlah lapangan kerja yang tersedia ternyata selalu lebih sedikit dibandingkan jumlah orang yang ingin bekerja sehingga orang-orang yang tidak mendapatkan kesempatan bekerja disebut pengangguran. Kedua hal di atas adalah masalah utama yang dihadapi negara ini.
Lapangan kerja biasanya diukur secara makro dengan pertumbuhan ekonomi negara. Tapi, saat ini hal tersebut tidak mencukupi lagi. Buktinya, meskipun pertumbuhan yang ditargetkan bisa dicapai nyatanya pengangguran tidak mengalami penurunan. Salah satu faktor utamanya adalah jumlah lapangan kerja yang tesedia tidak cukup banyak untuk menyerap seluruh tenaga kerja yang ada. Pertumbuhan ekonomi merupakan keluaran (output) sedangkan untuk mengurangi pengangguran dibutuhkan masukan (input) berupa lapangan kerja. Rakyat butuh input dan bukan output sedangkan Pemerintah butuh output sebagai cara menunjukkan prestasi hasil kerjanya. Dari kondisi di atas nampak bahwa ada perbedaan yang nyata antara yang dibutuhkan rakyat dengan yang ditargetkan pemerintah. Perbedaan kebutuhan antara rakyat dan target pemerintah bisa ditelusuri lebih dalam lagi.
Dalam mengurangi pengangguran, target pemerintah seharusnya adalah jumlah lapangan kerja yang tersedia, jadi tidak sekedar menghitung pertumbuhan ekonomi. Dalam hal penyediaan lapangan kerja patut dipertimbangkan tingkat pendidikan dan ketrampilan tenaga kerja agar ada kesesuaian.
Seandainya pemerintah menetapkan jumlah lapangan kerja yang tersedia sebagai target hasil prestasinya...
Seandainya target pemerintah sesuai dengan kebutuhan rakyatnya...
Seandainya...
Sumber daya alam bisa dijual untuk mendapatkan uang dan selanjutnya bisa dipakai untuk kesejahteraannya. Tapi, saat ini sumber daya alam umumnya dikuasai oleh negara dan pengolahannya diserahkan kepada perusahaan swasta baik nasional maupun internasional sehingga rakyat hanya bisa mendapatkan uang bila menjual jasa tenaganya alias bekerja. Hasil karya kreatif pada akhirnya bisa dihasilkan bila mempunyai modal kerja yang memadai, dan tanpa itu, mereka akhirnya harus menjual jasa tenaga ketrampilannya alias bekerja. Pada akhirnya, rakyat memang harus bekerja untuk mendapatkan uang demi kesejahteraan ekonominya.
Penghasilan yang diperoleh dari bekerja tidak selalu mencukupi semua kebutuhannya meskipun sudah ada aturan upah minimum. Pada kondisi ini maka mereka dianggap sebagai rakyat miskin. Sedangkan kondisi lain menunjukkan bahwa jumlah lapangan kerja yang tersedia ternyata selalu lebih sedikit dibandingkan jumlah orang yang ingin bekerja sehingga orang-orang yang tidak mendapatkan kesempatan bekerja disebut pengangguran. Kedua hal di atas adalah masalah utama yang dihadapi negara ini.
Lapangan kerja biasanya diukur secara makro dengan pertumbuhan ekonomi negara. Tapi, saat ini hal tersebut tidak mencukupi lagi. Buktinya, meskipun pertumbuhan yang ditargetkan bisa dicapai nyatanya pengangguran tidak mengalami penurunan. Salah satu faktor utamanya adalah jumlah lapangan kerja yang tesedia tidak cukup banyak untuk menyerap seluruh tenaga kerja yang ada. Pertumbuhan ekonomi merupakan keluaran (output) sedangkan untuk mengurangi pengangguran dibutuhkan masukan (input) berupa lapangan kerja. Rakyat butuh input dan bukan output sedangkan Pemerintah butuh output sebagai cara menunjukkan prestasi hasil kerjanya. Dari kondisi di atas nampak bahwa ada perbedaan yang nyata antara yang dibutuhkan rakyat dengan yang ditargetkan pemerintah. Perbedaan kebutuhan antara rakyat dan target pemerintah bisa ditelusuri lebih dalam lagi.
Dalam mengurangi pengangguran, target pemerintah seharusnya adalah jumlah lapangan kerja yang tersedia, jadi tidak sekedar menghitung pertumbuhan ekonomi. Dalam hal penyediaan lapangan kerja patut dipertimbangkan tingkat pendidikan dan ketrampilan tenaga kerja agar ada kesesuaian.
Seandainya pemerintah menetapkan jumlah lapangan kerja yang tersedia sebagai target hasil prestasinya...
Seandainya target pemerintah sesuai dengan kebutuhan rakyatnya...
Seandainya...
Senin, 22 Oktober 2007
Biofuel Potensial
Kenaikan harga minyak mentah adalah satu hal yang wajar karena permintaan meningkat oleh pertumbuhan ekonomi dunia sedangkan pasokan dunia cenderung menurun. Adanya kemungkinan terjadinya perang antara 2 negara atau tidak beroperasinya beberapa kilang bisa mempercepat kenaikan harga untuk periode jangka pendek.
Mengingat cadangan minyak mentah yang makin menipis, bahan bakar alternatif seperti biofuel mulai diteliti. Eropa dan Amerika Serikat meneliti Alkohol dan Hidrogen sedangkan Indonesia meneliti minyak sawit, minyak jarak, minyak kelapa dan alkohol.
Kapankah energi pengganti ini akan dikomersialkan secara besar-besaran?. Saat ini, nampaknya masih terlalu mahal dibandingkan harga minyak bumi. Disamping itu, bahan baku pengganti ini berkompetisi dengan bahan baku makanan. Minyak sawit adalah bahan baku minyak goreng dan CPO yang sangat dibutuhkan oleh industri kosmetik dan makanan. Jagung, sorgum dan singkong sebagai bahan baku untuk membuat alkohol. Hanya limbah tebu yang tidak berkompetisi tapi jumlah pasokannya relatif tergantung jumlah gula tebu yang diproduksi. Ada dua faktor penting yang bisa jadi pemicu dimulainya pemakaian energi pengganti ini secara besar-besaran. Faktor pertama adalah harga. Apabila harga biofuel ini sudah bisa bersaing dengan harga minyak bumi maka pemakaiannya secara besar-besaran bisa dimungkinkan setelah adanya dukungan faktor kedua yaitu mesin pembangkit energi dengan bahan bakar biofuel tersebut. Harga yang bersaing bisa dicapai pada saat harga minyak bumi jauh di atas harga biofuel.
Mungkinkah ada bahan baku organik yang bisa dijadikan bahan baku biofuel tapi bukan merupakan bahan makanan? Bisa!.Peneliti Belanda telah berhasil menemukan ragi yang bisa mengolah sampah menjadi alkohol. Hal ini pula yang membuat Honda tertarik mengembangkan mesin dengan bahan bakar alkohol. Ragi yang direkayasa secara genetik bisa mengubah karbohidrat menjadi alkohol. Sedang dikembangkan lebih lanjut agar ragi ini juga bisa mengolah selulosa menjadi alkohol. Sampah organik merupakan bahan baku biofuel yang paling murah dan bisa sekaligus membersihkan lingkungan.
Indonesia punya banya peneliti rekayasa genetika, Indonesia juga punya banyak ragi, sampah organik ada di mana-mana. Semuanya sudah tersedia tinggal bagaimana hal itu bisa dimanfaatkan sehingga diperoleh formula ragi yang bisa mengolah sampah organik menjadi alkohol sebagai energi biofuel masa depan.
Indonesia punya potensi besar sebagai produsen biofuel dari minyak kelapa, sawit, dan minyak jarak sebagai pengganti solar, tapi masih perlu berharap ada perusahaan (bekerja sama dengan perusahaan) yang memproduksi mesin otomotif dengan bahan bakar biofuel tersebut. Sedangkan mesin dengan bahan bakar alkohol sudah pasti diproduksi dalam jumlah besar karena mendapat dukungan dari Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Nantinya, reaktor pembuat alkohol bisa diproduksi pula dalam jumlah besar dan terintegrasi dengan mesin otomotifnya sehingga konsumen tidak perlu beli alkohol tapi cukup konsentrat raginya.
Seandainya Indonesia meneliti ragi sehingga diperoleh formula konsentrat ragi yang bisa mengolah sampah organik menjadi alkohol, maka Indonesia bisa menjadi eksportir biofuel alkohol atau lebih suka impor ragi dari negara lain dan mengolah sampah organik dengan ragi tersebut atau menjadi eksportir sampah organik?
Seandainya bisa menjadi negara produsen konsentrat ragi...
Seandainya...
Mengingat cadangan minyak mentah yang makin menipis, bahan bakar alternatif seperti biofuel mulai diteliti. Eropa dan Amerika Serikat meneliti Alkohol dan Hidrogen sedangkan Indonesia meneliti minyak sawit, minyak jarak, minyak kelapa dan alkohol.
Kapankah energi pengganti ini akan dikomersialkan secara besar-besaran?. Saat ini, nampaknya masih terlalu mahal dibandingkan harga minyak bumi. Disamping itu, bahan baku pengganti ini berkompetisi dengan bahan baku makanan. Minyak sawit adalah bahan baku minyak goreng dan CPO yang sangat dibutuhkan oleh industri kosmetik dan makanan. Jagung, sorgum dan singkong sebagai bahan baku untuk membuat alkohol. Hanya limbah tebu yang tidak berkompetisi tapi jumlah pasokannya relatif tergantung jumlah gula tebu yang diproduksi. Ada dua faktor penting yang bisa jadi pemicu dimulainya pemakaian energi pengganti ini secara besar-besaran. Faktor pertama adalah harga. Apabila harga biofuel ini sudah bisa bersaing dengan harga minyak bumi maka pemakaiannya secara besar-besaran bisa dimungkinkan setelah adanya dukungan faktor kedua yaitu mesin pembangkit energi dengan bahan bakar biofuel tersebut. Harga yang bersaing bisa dicapai pada saat harga minyak bumi jauh di atas harga biofuel.
Mungkinkah ada bahan baku organik yang bisa dijadikan bahan baku biofuel tapi bukan merupakan bahan makanan? Bisa!.Peneliti Belanda telah berhasil menemukan ragi yang bisa mengolah sampah menjadi alkohol. Hal ini pula yang membuat Honda tertarik mengembangkan mesin dengan bahan bakar alkohol. Ragi yang direkayasa secara genetik bisa mengubah karbohidrat menjadi alkohol. Sedang dikembangkan lebih lanjut agar ragi ini juga bisa mengolah selulosa menjadi alkohol. Sampah organik merupakan bahan baku biofuel yang paling murah dan bisa sekaligus membersihkan lingkungan.
Indonesia punya banya peneliti rekayasa genetika, Indonesia juga punya banyak ragi, sampah organik ada di mana-mana. Semuanya sudah tersedia tinggal bagaimana hal itu bisa dimanfaatkan sehingga diperoleh formula ragi yang bisa mengolah sampah organik menjadi alkohol sebagai energi biofuel masa depan.
Indonesia punya potensi besar sebagai produsen biofuel dari minyak kelapa, sawit, dan minyak jarak sebagai pengganti solar, tapi masih perlu berharap ada perusahaan (bekerja sama dengan perusahaan) yang memproduksi mesin otomotif dengan bahan bakar biofuel tersebut. Sedangkan mesin dengan bahan bakar alkohol sudah pasti diproduksi dalam jumlah besar karena mendapat dukungan dari Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Nantinya, reaktor pembuat alkohol bisa diproduksi pula dalam jumlah besar dan terintegrasi dengan mesin otomotifnya sehingga konsumen tidak perlu beli alkohol tapi cukup konsentrat raginya.
Seandainya Indonesia meneliti ragi sehingga diperoleh formula konsentrat ragi yang bisa mengolah sampah organik menjadi alkohol, maka Indonesia bisa menjadi eksportir biofuel alkohol atau lebih suka impor ragi dari negara lain dan mengolah sampah organik dengan ragi tersebut atau menjadi eksportir sampah organik?
Seandainya bisa menjadi negara produsen konsentrat ragi...
Seandainya...
Senin, 08 Oktober 2007
Tarif Jalan Tol dan Kemacetan
Seandainya tidak ada kenaikan tarif jalan tol, tidak akan ada gugatan warga negara (citizen lawsuit). Gugatan warga negara menolak kenaikan tarif jalan tol merupakan reaksi atas kemarahan dan kekecewaan mereka atas tarif jalan tol yang dianggap merugikan pemakai jalan tol. Kerugian warga adalah tarif jalan tol terlalu mahal dibandingkan layanan pengelola jalan tol yang dianggap belum baik seperti misalnya masih banyaknya terjadi kemacetan di dalam jalan tol yang seharusnya lancar sesuai dengan aturan yang berlaku.
Seandainya tarif jalan tol tidak dinaikkan, pembangunan jalan tol akan sedikit terhambat karena biaya jalan tol ini pada akhirnya akan dipakai untuk membiayai pembuatan jalan tol berikutnya dengan maksud agar kemacetan pada akhirnya bisa diatasi lebih cepat.
Semua alasan di atas serba masuk akal, logikanya benar. Tapi kebenaran belum tentu bisa dijelaskan hanya dengan logika saja. Benarkah bahwa dengan tambahan biaya melalui kenaikan tarif jalan tol akan bisa mengatasi kemacetan?. Jawabannya tidak cukup hanya dengan logika, tapi perlu ilmu matematika. Hal ini berarti bahwa citizen lawsuit tidak akan memecahkan masalah yang sedang dihadapi bersama. Apabila gugatan warga negara dimenangkan maka kemacetan tetap akan terjadi, begitu pula bila tergugat yang dimenangkan, kedua pihak tetap menanggung kerugian biaya selama proses persidangan, sedangkan siapapun yang menang, tidak akan menyelesaikan masalah yang ada yaitu kemacetan.
Masalah utamanya sudah pasti adalah kemacetan dan masalah ini berakibat pada rantai pasokan yang buruk, seperti pemborosan energi dan waktu. Perlu dilakukan perhitungan yang cermat antara jumlah kendaraan yang lalu lalang per harinya dibandingkan kapasitas jalan yang tersedia. tetapkan rasio ideal antara kedua variabel tersebut, misalnya kapasitas jalan minimal adalah 3 kali jumlah kendaraan yang lalu lalang. Perhitungkan pula kecepatan pertambahan jumlah kendaraan dan pertambahan kapasitas jalan per tahun. Kemudian, buatlah pilihan antara menekan laju pertambahan jumlah kendaraan yang lalu lalang atau mempercepat penambahan kapasitas jalan atau bisa pula keduanya dilaksanakan sekaligus.
Dengan membaiknya layanan transportasi umum seperti trans Jakarta, dan kemampuan yang terbatas dalam peningkatan kapasitas jalan, maka menekan laju pertambahan kendaraan pribadi (dengan kenaikan pajak kendaraan pribadi khususnya dengan nomor depan B) nampaknya akan sangat membantu mengurangi kemacetan dan ada penghematan energi disamping keuntungkan lain yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan kesehatan. Pemerintah dan masyarakat banyak diuntungkan sedangkan pertumbuhan industri otomotif akan sedikit melambat.
Seandainya semua setuju dengan analisis di atas...
Seandainya usulan di atas direalisasikan segera...
Seandainya
Seandainya tarif jalan tol tidak dinaikkan, pembangunan jalan tol akan sedikit terhambat karena biaya jalan tol ini pada akhirnya akan dipakai untuk membiayai pembuatan jalan tol berikutnya dengan maksud agar kemacetan pada akhirnya bisa diatasi lebih cepat.
Semua alasan di atas serba masuk akal, logikanya benar. Tapi kebenaran belum tentu bisa dijelaskan hanya dengan logika saja. Benarkah bahwa dengan tambahan biaya melalui kenaikan tarif jalan tol akan bisa mengatasi kemacetan?. Jawabannya tidak cukup hanya dengan logika, tapi perlu ilmu matematika. Hal ini berarti bahwa citizen lawsuit tidak akan memecahkan masalah yang sedang dihadapi bersama. Apabila gugatan warga negara dimenangkan maka kemacetan tetap akan terjadi, begitu pula bila tergugat yang dimenangkan, kedua pihak tetap menanggung kerugian biaya selama proses persidangan, sedangkan siapapun yang menang, tidak akan menyelesaikan masalah yang ada yaitu kemacetan.
Masalah utamanya sudah pasti adalah kemacetan dan masalah ini berakibat pada rantai pasokan yang buruk, seperti pemborosan energi dan waktu. Perlu dilakukan perhitungan yang cermat antara jumlah kendaraan yang lalu lalang per harinya dibandingkan kapasitas jalan yang tersedia. tetapkan rasio ideal antara kedua variabel tersebut, misalnya kapasitas jalan minimal adalah 3 kali jumlah kendaraan yang lalu lalang. Perhitungkan pula kecepatan pertambahan jumlah kendaraan dan pertambahan kapasitas jalan per tahun. Kemudian, buatlah pilihan antara menekan laju pertambahan jumlah kendaraan yang lalu lalang atau mempercepat penambahan kapasitas jalan atau bisa pula keduanya dilaksanakan sekaligus.
Dengan membaiknya layanan transportasi umum seperti trans Jakarta, dan kemampuan yang terbatas dalam peningkatan kapasitas jalan, maka menekan laju pertambahan kendaraan pribadi (dengan kenaikan pajak kendaraan pribadi khususnya dengan nomor depan B) nampaknya akan sangat membantu mengurangi kemacetan dan ada penghematan energi disamping keuntungkan lain yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan kesehatan. Pemerintah dan masyarakat banyak diuntungkan sedangkan pertumbuhan industri otomotif akan sedikit melambat.
Seandainya semua setuju dengan analisis di atas...
Seandainya usulan di atas direalisasikan segera...
Seandainya
Langganan:
Postingan (Atom)