Jumat, 16 November 2007

Lapangan kerja dan Pertumbuhan Ekonomi

Kesejahteraan biasanya diukur dari faktor ekonominya. Rakyat dianggap sejahtera bila secara ekonomi terpenuhi kebutuhannya. Di jaman modern ini, ekonomi diasosiasikan dengan uang. Ekonomi dianggap baik bila punya uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan uang hanya bisa diperoleh bila menjual sumber daya alam, hasil karya kreatif atau bekerja untuk orang lain.

Sumber daya alam bisa dijual untuk mendapatkan uang dan selanjutnya bisa dipakai untuk kesejahteraannya. Tapi, saat ini sumber daya alam umumnya dikuasai oleh negara dan pengolahannya diserahkan kepada perusahaan swasta baik nasional maupun internasional sehingga rakyat hanya bisa mendapatkan uang bila menjual jasa tenaganya alias bekerja. Hasil karya kreatif pada akhirnya bisa dihasilkan bila mempunyai modal kerja yang memadai, dan tanpa itu, mereka akhirnya harus menjual jasa tenaga ketrampilannya alias bekerja. Pada akhirnya, rakyat memang harus bekerja untuk mendapatkan uang demi kesejahteraan ekonominya.

Penghasilan yang diperoleh dari bekerja tidak selalu mencukupi semua kebutuhannya meskipun sudah ada aturan upah minimum. Pada kondisi ini maka mereka dianggap sebagai rakyat miskin. Sedangkan kondisi lain menunjukkan bahwa jumlah lapangan kerja yang tersedia ternyata selalu lebih sedikit dibandingkan jumlah orang yang ingin bekerja sehingga orang-orang yang tidak mendapatkan kesempatan bekerja disebut pengangguran. Kedua hal di atas adalah masalah utama yang dihadapi negara ini.

Lapangan kerja biasanya diukur secara makro dengan pertumbuhan ekonomi negara. Tapi, saat ini hal tersebut tidak mencukupi lagi. Buktinya, meskipun pertumbuhan yang ditargetkan bisa dicapai nyatanya pengangguran tidak mengalami penurunan. Salah satu faktor utamanya adalah jumlah lapangan kerja yang tesedia tidak cukup banyak untuk menyerap seluruh tenaga kerja yang ada. Pertumbuhan ekonomi merupakan keluaran (output) sedangkan untuk mengurangi pengangguran dibutuhkan masukan (input) berupa lapangan kerja. Rakyat butuh input dan bukan output sedangkan Pemerintah butuh output sebagai cara menunjukkan prestasi hasil kerjanya. Dari kondisi di atas nampak bahwa ada perbedaan yang nyata antara yang dibutuhkan rakyat dengan yang ditargetkan pemerintah. Perbedaan kebutuhan antara rakyat dan target pemerintah bisa ditelusuri lebih dalam lagi.

Dalam mengurangi pengangguran, target pemerintah seharusnya adalah jumlah lapangan kerja yang tersedia, jadi tidak sekedar menghitung pertumbuhan ekonomi. Dalam hal penyediaan lapangan kerja patut dipertimbangkan tingkat pendidikan dan ketrampilan tenaga kerja agar ada kesesuaian.

Seandainya pemerintah menetapkan jumlah lapangan kerja yang tersedia sebagai target hasil prestasinya...

Seandainya target pemerintah sesuai dengan kebutuhan rakyatnya...

Seandainya...

Tidak ada komentar: