Secara teoritis, pada kondisi panas dan tekanan tertentu, karbon dioksida bisa terjadi reaksi kimia dengan amonia dan akan menghasilkan urea. Reaksi di atas berlangsung dua tahap di mana tahap 1 menghasilkan panas dan tahap 2 menyerap panas. Urea yang mudah larut dalam air akan menyerap panas.
Di alam yang terbuka, apabila uap amonia bisa berdekatan dengan gas karbon dioksida di udara jauh dari permukaan bumi, mereka bisa bersatu, bereaksi secara kimiawi dengan bantuan halilintar atau petir di daerah awan di atas sana dan bisa menghasilkan urea yang larut dalam air dan turun ke bumi dalam bentuk hujan. Pengiriman amonia ke daerah yang banyak mengandung karbon dioksida bisa mengurangi kadar karbon dioksida di udara dan menurunkan suhu udara. Urea yang terbentuk dan jatuh ke bumi akan menyuburkan tanah di sekitarnya karena urea adalah pupuk bagi tanaman. Dengan demikian, amonia diperkirakan bisa menurunkan kadar karbon dioksida di udara sekaligus menyuburkan tanah di bumi.
Dengan teori yang sama, kita bisa bangun banyak pabrik pupuk di daerah produsen energi seperti produsen listrik, keramik, logam dan pabrik-pabrik lainnya yang menggunakan bahan bakar batubara atau bahan bakar minyak sebagai sumber energinya. Sedangkan dari sisi ekonomisnya masih harus dihitung lagi. Dengan cara ini kita akan bisa ekspor pupuk urea dalam jumlah besar.
Secara teoritis, gangguan ekosistem akibat dari kelebihan karbon dioksida di udara, akan menyebabkan bumi berusaha mencapai keseimbangan ekosistem yang baru dengan memproduksi amonia. Sumber amonia di bumi adalah protein manusia dan binatang. Pembusukan protein manusia dan binatang akan menghasilkan amonia alami. Bumi menimbulkan bencana alam melalui gempa bumi, udara panas, badai, banjir, dan berbagai penyakit agar banyak manusia dan binatang mati, mengalami pembusukan dan akhirnya menghasilkan amonia. Amonia inilah yang akan bereaksi dengan karbon dioksida di udara menghasilkan urea sehingga suhu udara bumi turun, karbon dioksida berkurang, pemanasan global berkurang, jumlah populasi manusia dan binatang berkurang dan tanah menjadi lebih subur. Suatu keseimbangan ekosistem terbentuk kembali dengan sendirinya.
Seandainya postulat di atas benar...
Seandainya bisa direalisasikan...
Seandainya...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar