Kenaikan harga pangan terjadi di seluruh dunia, oleh karena itu negara-negara yang melakukan transaksi ekspor-impor akan mengalami kenaikan harga pangan tersebut. Kenaikan harga ini mengakibatkan harga pangan di dalam negeri menjadi tidak stabil dan cenderung naik. Sebagian orang menganggap kenaikan harga ini tidak bisa diredam karena tidak mempunyai ketahanan pangan yang baik, karena tidak mandiri dalam produksi pangan, karena bergantung pada pangan impor.
Alasan-alasan di atas tidak bisa dibenarkan. Minyak goreng tidak tergantung impor, mandiri dalam produksi dan mempunyai ketahanan pangan yang baik, tapi kenyataannya harganya ikut naik sesuai dengan harga internasional. Ketahanan pangan bisa diartikan sebagai jumlah persediaan pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang. Persediaan pangan yang cukup bisa dicapai melalui produksi sendiri semua kebutuhan tersebut, atau sebagian atau seluruhnya dipenuhi melalui pembelian impor. Gandum adalah salah satu contoh pangan yang kebutuhannya dipenuhi dengan cara impor.
Stabilitas harga bisa dicapai bila jumlah pasokan sama atau lebih besar dari jumlah kebutuhannya. Dalam hal ini, keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan dicapai pada tingkat internasional, bukan tingkat lokal dan untuk mencapai keseimbangan ini membutuhan waktu sesuai dengan masa panennya dengan jumlah produksi yang sama atau lebih besar dari kebutuhannya. Stabilitas harga tidak selalu tercapai pada harga lama karena adanya persaingan dalam ketersediaan jumlah lahan produksi dan pemanfaatannya. Persaingan ini terjadi antara pangan sebagai sumber makanan mahluk hidup dan pangan sebagai sumber bahan baku biofuel dan biodiesel.
Dengan makin mahalnya harga minyak bumi, biofuel dan biodiesel akan semakin dibutuhkan sehingga sampai dekade mendatang, konsumsi pangan sebagai bahan bakar akan meningkat. Peningkatan produksi tidak bisa menjamin harga pangan akan sama seperti saat ini karena harganya akan dipengaruhi oleh harga minyak bumi. Stabilitas harga pangan, layaknya diperlakukan sama dengan cadangan devisa, semakin besar
cadangannya maka akan lebih terjamin stabilitas harganya. Pengertian cadangan di sini adalah cadangan pangan dalam skala internasional. Selama beras tidak dimanfaatkan sebagai bahan biofuel maka harga beras lebih mudah distabilkan.
Jagung, singkong, minyak goreng dan gula tebu diperkirakan akan mempunyai harga baru yang lebih tinggi, dan daging yang diproduksi dengan pangan jagung akan terangkat harganya. Kedelai masih bisa distabilkan bila lahan produksinya ditambah sampai jumlah pasokan bisa mengimbangi kebutuhannya.
Sumber devisa dari pangan sudah di depan mata, sayang sekali bila peluang ini tidak segera diraih. Memberdayakan rakyat dalam meraih peluang ini bisa meningkatkan pendapatannya, dengan demikian subsidi pangan
tidak lagi membebani anggaran belanja.
Seandainya peluang emas dengan memberdayakan rakyat ini bisa diraih...
Jumat, 28 Maret 2008
Langganan:
Postingan (Atom)