Suatu sore, ada sebuah pohon jamblang tumbuh di lereng saluran air selokan yang sudah ditumbuhi lumut. Pohon ini baru berdaun tiga. Daging biji masih terikat di dasar batang pohon. Pohon yang masih kecil ini akhirnya dipindahkan dan di tanam dalam kaleng bekas buah yang sudah diisi dengan campuran tanah dan pasir. Rasa suka dan ketertarikan terhadap pohon inilah yang membuatnya dipelihara.
Pohon ini sebenarnya tidak mendapatkan perawatan yang layak, tidak pernah mendapatkan pupuk, hanya sesekali mendapatkan siraman air dari PDAM dan selebihnya menggantungkan diri dari air hujan yang menimpa kaleng. Setahun kemudian, pohon ini hijrah ke kota tetangga dibawa oleh pemeliharanya. Saat itu, pohon sudah tumbuh setinggi 20 cm dengan jumlah daun tidak lebih dari 10 lembar. Di sini, tanaman dipindahkan ke dalam pot kecil dengan diameter 20 cm. Lagi-lagi, dia hanya mendapatkan perawatan ala kadarnya. Hanya mendapatkan siraman air tanah tiap sore hari tanpa mendapatkan pupuk. Pohon ini tetap tumbuh meskipun dikerdilkan oleh pemeliharanya. Setiap kali bertambah tinggi, maka pemelihara akan memotong tanaman ini agar tingginya tidak lebih dari 20 cm, sampai akhirnya tanaman ini bercabang tetapi tetap tidak boleh meninggi. Pada akhirnya, pot tersebut tidak lagi mampu menampung akar pohon jamblang tersebut yang tumbuh bercabang-cabang, dan pohon tersebut dipindahkan ke atas tanah. Pohon dibiarkan tumbuh sampai setinggi 1 meter dan bila melebihi tinggi 1 meter maka pohon akan dipangkas, begitu pula dengan cabang dan ranting yang melebar akan dipotong pula. Pohon tidak boleh tumbuh membesar.
Setelah kerusuhan Mei, ketika dimeter batang utama pohon berukuran 5 - 6 cm, pohon ini akhirnya dibiarkan membesar hingga akhirnya berbuah 3 tahun kemudian, ketika tinggi pohon mencapai lebih kurang 10 meter pada usianya yang ke 10, meskipun buahnya hanya sedikit. Tahun tahun berikutnya, pohon berbuah semakin lebat sampai akhirnya mengundang burung dan musang berdatangan untuk ikut menikmati enaknya rasa buah pohon ini. Buah yang jatuh di tanah umumnya tumbuh menjadi pohon baru setelah mendapatkan siraman hujuan di bulan-bulan Nopember sampai Januari. Sudah banyak pula oarng-orang yang ikut menanam anakan pohon jamblang ini, bahkan sudah ada yang tumbuh setinggi meter karena dipelihara dan dirawat dengan baik.
Sungguh perjuangan hidup yang berat demi melestarikan kelangsungkan hidup keturunannya yang semakin langka.
Rabu, 23 Juli 2008
Selasa, 08 Juli 2008
Kisah pohon jamblang dan musang
Selama 3 tahun terakhir ini, pohon jamblang yang tumbuh di depan rumah selalu berbuah lebat, pohon mulai berbunga dan berbuah pada bulan Sepember - Oktober. Hal ini pula yang membuat pagi hari diisi oleh kicauan burung pemakan buah. Pada malam hari, sering kali terdengar suara berisik di atas pohon dan ternyata suara itu berasal dari 2 ekor binatang musang yang sedang menikmati buah jamblang yang sudah masak dan berasa manis. Setiap pagi selalu ditemukan biji jamblang yang sudah habis daging buahnya. Bahkan di atas genting rumahpun bisa ditemukan biji-biji jamblang seperti itu. Nampaknya musang-musang ini menikmati buah jamblang yang tersedia gratis sampai-sampai buang kotoranpun di atas genting dekat dengan tempat di mana pohon itu tumbuh.
Hal lain yang menarik di pagi hari adalah ditemukannya biji-biji tanaman lain seperti biji sawo kecik, biji jambu mawar dan biji tanaman seukuran biji kacang tanah yang setelah tumbuh ternyata seperti pohon kelapa tetapi mini. Awal mulanya mengherankan juga ada biji tanaman yang termasuk tanaman langka sedangkan sekeluarga tidak memakan buah tanaman tersebut. Mungkin tetangga yang iseng melempar biji-biji tersebut tapi ternyata bukan mereka yang melakukannya. Setelah ditemukan pula biji-biji tanaman tersebut yang sebagian masih ditempeli daging buah, akhirnya kita mengambil kesimpulan bahwa musang-musang itu barangkali yang meninggalkan biji-biji tersebut di atas tanah di bawah pohon jamblang. Kesadaran ini membangkitkan semangat untuk menanam dan memelihara tanaman sawo kecik, jambu mawar dan tanaman kelapa mini tersebut.
Nampaknya musang-pun belajar dari perjalanan hidup mereka secara turun-temurun. Biji-bijian tersebut barangkali adalah tanda ucapan terima kasih atas tersedianya buah jamblang yang merupakan salah satu makanan mereka. Barangkali pula, dengan menabur biji di sekitar pohon jamblang tersebut, mereka berharap akan bisa menikmati buah sawo kecik dan jambu mawar pula pada saat kedua tanaman ini berbuah. Sedangkan buah kelapa mini, mungkin sebagai hadiah bagi yang menanam pohon jamblang tersebut.Burungpun bernyanyi riang karena adanya buah pohon jamblang yang enak rasanya. Mungkinkah musang tahu balas budi?.
Hal lain yang menarik di pagi hari adalah ditemukannya biji-biji tanaman lain seperti biji sawo kecik, biji jambu mawar dan biji tanaman seukuran biji kacang tanah yang setelah tumbuh ternyata seperti pohon kelapa tetapi mini. Awal mulanya mengherankan juga ada biji tanaman yang termasuk tanaman langka sedangkan sekeluarga tidak memakan buah tanaman tersebut. Mungkin tetangga yang iseng melempar biji-biji tersebut tapi ternyata bukan mereka yang melakukannya. Setelah ditemukan pula biji-biji tanaman tersebut yang sebagian masih ditempeli daging buah, akhirnya kita mengambil kesimpulan bahwa musang-musang itu barangkali yang meninggalkan biji-biji tersebut di atas tanah di bawah pohon jamblang. Kesadaran ini membangkitkan semangat untuk menanam dan memelihara tanaman sawo kecik, jambu mawar dan tanaman kelapa mini tersebut.
Nampaknya musang-pun belajar dari perjalanan hidup mereka secara turun-temurun. Biji-bijian tersebut barangkali adalah tanda ucapan terima kasih atas tersedianya buah jamblang yang merupakan salah satu makanan mereka. Barangkali pula, dengan menabur biji di sekitar pohon jamblang tersebut, mereka berharap akan bisa menikmati buah sawo kecik dan jambu mawar pula pada saat kedua tanaman ini berbuah. Sedangkan buah kelapa mini, mungkin sebagai hadiah bagi yang menanam pohon jamblang tersebut.Burungpun bernyanyi riang karena adanya buah pohon jamblang yang enak rasanya. Mungkinkah musang tahu balas budi?.
Langganan:
Postingan (Atom)