Rabu, 14 Januari 2009

Efektifitas Stimulus Fiskal

Stimulus fiskal memang dibutuhkan saat ini agar perekonomian menjadi lebih bergairah. Tapi, stimulus fiskal pada sisi penawaran belum tentu efektif karena adanya perbedaan tujuan antara pemerintah dan perusahaan. Pemerintah tentunya berharap adanya stimulus fiskal akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja sehinga tujuan pemerintah mensejahterakan rakyat bisa tercapai. Sedangkan perusahaan pada umumnya mempunyai tujuan maksimalisasi keuntungan sehingga setiap kemudahan yang diperoleh akan dikelola menjadi tambahan keuntungan, dan tidak ada jaminan bahwa stimulus ini akan membuat rakyat diperbaiki kesejahteraannya dan atau membuka lapangan kerja. Misalnya, kebijakan menurunkan harga BBM, belum tentu bisa menurunkan tarif angkutan umum atau biaya transportasi. Apakah penghapusan PPN dan penurunan tarif impor barang tertentu bisa membuat rakyat lebih sejahtera atau menciptakan lapangan kerja baru?. Oleh karena itu, perlu ada kesepakatan antara pemerintah dan perusahaan bahwa kemudahan yang diperoleh akan membuka lapangan kerja baru, artinya stimulus ini sebaiknya berupa insentif yang nilainya proporsional dengan jumlah lapangan kerja baru yang tercipta. Penghargaan yang layak bagi perseorangan atau kelompok atau organisasi yang membantu mencegah dan atau membongkar terjadinya penyelundupan patut dipertimbangkan.

Stimulus fiskal pada sisi permintaan barangkali lebih efektif karena bisa menambah daya beli masyarakat, termasuk pemberian uang tunai langsung. Tentu saja hal ini sifatnya jangka pendek karena uang ini akan segera habis terpakai dengan keterbatasan dana pemerintah. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat perlu mendapatkan dukungan lebih besar karena membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. apakah menurunkan harga BBM akan mendorong konsumsi?, belum tentu. Konsumsi mungkin tidak terpacu tapi tabungan bertambah karena perilaku berhemat dari masyarakat sebagai cara untuk berjaga-jaga.

Dalam memanfaatkan dana untuk stimulus fiskal, prioritas stimulus menjadi penting agar stimulus menjadi efektif dan stimulus sisi permintaan seharusnya lebih diprioritaskan dibandingkan dengan stimulus sisi penawaran karena lebih dekat dalam menjangkau kesejahteraan masyarakat luas, sesuai dengan makna kebijakan publik yaitu kebijakan untuk masyarakat pada umumnya dan bukan kebijakan untuk perusahaan.

Tidak ada komentar: